Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Cyber War. Show all posts
Showing posts with label Cyber War. Show all posts

Internet issue : Cyber war is in front yard of our house


  • “Jika Anda punya beberapa orang pintar dan sebuah komputer yang bagus, Anda bisa melakukan banyak hal. Anda tidak perlu pesawat udara, tank, pasukan tentara. Anda bisa memasuki negara lain, menciptakan kerusakan besar tanpa perlu meninggalkan kursi empuk Anda,” Komentar Alon Ben David, analis militer dari Channel 10 Israel.
Bisakah Anda bayangkan jika serangan Cyber berupa virus komputer mampu mengubah formula kimia dari instalasi penjernihan air untuk jutaan penduduk. Atau merusak kestabilan instalasi nuklir dengan cara memperlambat atau mempercepat motor penggerak atau bahkan membuat berputar jauh diatas kecepatan maksimum sehingga menghancurkan sentrifuse reaktor nuklir.

Part 1 :  Cyber War  -  Medan Tempur Dunia Cyber

Negara mana paling siap menghadapi Cyber War?

BAGIAN I                                                                       BAGIAN II                                                              BAGIAN III
Cyber-victim-in-blog-website-download Mayor Jenderal Hassan Tehrani Moghaddam (REUTERS/Jamejam Online/Ebrahim Norouzi)
Di lingkup Indonesia, sudah sering terjadi Cyber Crime, biasanya yang disasar institusi perbankan atau institusi finansial lain. Pada tahun 1998, misalnya Hacker mampu mengubah laman situs KPU dari warnet di Sleman, Yogyakarta. Motifnya hanya sebatas keisengan’ atau ‘mempermalukan’ dan tidak sampai ke level membahayakan.  Tapi bagaimana Cyber War dalam scope dunia?

Dikutip dari VIVAnews - Sabtu, 12 November 2011  -  Muhammad Firman.
Sebuah ledakan dahsyat terdengar di pangkalan misil Alghadir di Bid Ganeh, barat Teheran. Guncangan terasa hingga 30 mil jauhnya. Ledakan itu membunuh 17 pasukan elit Iran, termasuk Mayor Jend. Hassan Tehrani Moghaddam, arsitek program misil Iran. Meski belum diinvestigasi, buru-buru Iran menegaskan bahwa ledakan itu bukan akibat sabotase. “Kasus tersebut murni kecelakaan, saat petugas tengah memindahkan amunisi. Tidak ada kaitan dengan Israel ataupun Amerika Serikat” kata Mayor Jend. Hassan Firouzabadi, kepala staf militer Iran.

Padahal dunia tahu, itulah satu contoh yang menunjukkan betapa Cyber War bukan lagi dongeng fiksi, tapi telah menjadi bagian nyata dari percaturan dunia. Cyber war telah ada di halaman depan rumah kita dan menjadi ancaman yang nyata. Inilah fakta nyata serangan terbesar Cyber War terhadap dunia Islam.  Dan Iran adalah negara yang kerap menjadi sasaran serangan cyber Israel -- yang mendapat dukungan penuh AS -- khususnya terkait upaya Iran memperkaya uranium, salah satu komponen utama nuklir.

Bukti lain adalah serangan Malware Stuxnet pada instalasi pengayaan nuklir di Natanz, Iran tahun 2009. Stuxnet mampu menyusup masuk dan menyabot sistem dengan cara memperlambat atau mempercepat motor penggerak, bahkan membuatnya berputar jauh di atas kecepatan maksimum Kecepatan yang bisa menghancurkan sentrifuse sehingga tidak dapat memproduksi bahan bakar Uranium. Malware Stuxnet diakui sebagai serangan paling cerdas, paling canggih dan paling hebat yang pernah dibuat manusia. Pengakuan datang dari kalangan industri aplikasi pengamanan terkemuka dunia seperti Symantec (USA), Kaspersky (Rusia) dan F-Secure (Finlandia).

Serangan ini bisa dilakukan hanya dengan dukungan negara tertentu. Ini karena Stuxnet sangat canggih, terdiri program2 komputer kompleks yang pembuatannya memerlukan beragam spesialisasi dan dana sangat besar. Tidak banyak pihak  yang mampu melancarkan serangan seperti ini. Para pakar Symantec memperkirakan pengerjaan Stuxnet membutuhkan tenaga 5 hingga 30 orang dalam waktu 6 bulan. Selain itu, dibutuhkan pengetahuan sistem kontrol industri dan akses ke sistem itu untuk pengujian kualitasnya. Ini mengindikaskan bahwa Stuxnet adalah proyek yang sangat terorganisir dan di-backup dana besar.

Liam O’Murchu, peneliti Symantec Security Response mengatakan:

“Kami benar-benar belum pernah melihat worm seperti ini sebelumnya. … Fakta bahwa worm ini dapat mengontrol cara kerja mesin fisik tentu sangat mengkhawatirkan.”
Stuxnet merupakan serangan siber terarah yang ditujukan untuk menghancurkan proses industri di dunia nyata. Banyak pakar keamanan bersepakat: Israel dan Amerika Serikat terlibat dalam serangan maya itu. Dan benar saja!!!
Februari 2011, Daily Telegraph, memberitakan dalam sebuah upacara perpisahan di Israel Defense Forces (IDF), Gabi Ashkenazi, sang mantan kepala staf IDF, mengatakan Stuxnet merupakan salah satu keberhasilan utama dia saat memimpin lembaga itu.

Mei 2011, Need To Know, sebuah program mingguan stasiun TV PBS, USA, menayangkan pernyataan Gary Samore, Koordinator Gedung Putih untuk Pengendalian Senjata dan Senjata Pemusnah Massal.
“Kami gembira bahwa mereka (Iran) mengalami masalah dengan mesin sentrifuse mereka dan kami–Amerika Serikat dan sekutunya–akan melakukan apapun yang kami bisa untuk memastikan bahwa mereka akan menghadapi masalah yang lebih rumit,”

Matra ke-5

Dunia Cyber kini menjadi matra perang ke-5 --selain darat, laut, udara, dan angkasa luar. Inovasi dan kemajuan teknologi elektromagnetik, teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah taktik dalam konflik modern. Dunia maya pun menjadi medan perang terbaru. Banyak perangkat mutakhir dibuat untuk keperluan ini. Sebuah bentuk pertempuran elektronik telah tercipta dan membuat banyak negara melihat perang dunia maya sebagai ancaman terbesar dimasa depan.

Dalam laporan eksklusif harian Le Monde, jurnalis Nicky Hager berhasil menguak keberadaan instalasi Urim milik Unit 8200, Israel. yang merupakan salah satu instalasi pengintaian terbesar di dunia, setara dengan instalasi milik USA di Menwith Hill, Yorkshire, Inggris. Instalasi yang dibangun sejak satu dekade yang lalu itu awalnya hanya bertugas memonitor percakapan internasional jaringan satelit Intelsat dan stasiun relay telepon antar negara besar. Tapi kini juga bertugas mengawasi percakapan via satelit Inmarsat, juga menyadap kabel-kabel bawah laut.

Menurut sumber orang dalam, komputer di instalasi Negev, Israel,  diprogram untuk dapat memilah kata serta berbagai pesan telepon, email dan data yang diintersep. Pesan yang berhasil disadap dikirim ke HQ Unit 8200 di Camp Glilot, kota Herzliya, utara Tel Aviv. Di tempat ini pesan berbagai bahasa diterjemahkan dan diteruskan ke agen Mossad di negara2 lain maupun berbagai badan yang berkepentingan.

Unit 8200 adalah kekuatan elite siber Israel yang terobsesi memiliki kekuatan cyber handal sejak 1990-an. Saat itu para hacker Israel cuma disodori 2 pilihan: Penjara atau bergabung ke The Unit. Hasilnya tidak main-main. Sebuah konsultan di AS memperhitungkan The Unit sebagai satu ancaman cyber terbesar dunia, di samping China, Rusia, Iran, dan Perancis. Stuxnet salah satu buktinya.

Angkatan Perang Cyber

Angkatan perang siber ditentukan oleh kemampuan : serangan, pertahanan dan ketergantungan negara pada Internet. Dalam buku “Cyber War” pakar keamanan komputer AS dan profesor Universitas Harvard, Richard A. Clarke dan Robert A. Knake memetakan kekuatan negara2 dalam menghadapi perang siber.
cyber-war-in-blog-website-design
USA meski punya kemampuan serangan yang baik, tetapi tidak punya kemampuan memutuskan jaringan Internet saat diserang, karena bagian terbesar jaringannya dimiliki dan dioperasikan swasta. Sebaliknya, China memiliki kemampuan memutus seluruh jaringan Internet bila suatu saat diserang. China juga mampu membatasi utilisasi trafik, dengan memutus koneksi para user yang tidak terlalu berkepentingan.

Namun negara yang dinilai paling mampu bertahan jika terjadi Cyber War, menurut Clarke, adalah Korea Utara. Korea Utara tidak akan mengalami kerugian akibat serangan siber. Tidak ada infrastruktur kritikal karena tidak ada pembangkit listrik, jalur KA, atau jalur pipa yang tersambung ke Internet.

Bagaimana dengan Indonesia?

M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure known (Id-SIRTII) menyebutkan, perang siber bukan hal baru dan telah mewarnai tensi politik dalam hubungan Indonesia dengan negara lain.  Indonesia mulai terlibat perang siber satu dekade lalu -- mulai dari perang siber dengan Portugal tahun 1999, Australia, hingga cyberwar dengan Malaysia beberapa tahun terakhir.

Sayangnya, menurut seorang senior kelompok peretas Antihackerlink, Arief Wicaksono, kemampuan aktivis siber Indonesia belum mumpuni. Masalahnya, daya peretas di suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur Internet serta tarif.

Dari sisi kuantitas banyak insiden yang berasal dari Indonesia. Dari sisi kualitas, skill hacker Indonesia kurang optimal” kata Arief, kini menjadi koordinator Research and Development Antihackerlink. Menurutnya perang siber Indonesia hanya sebatas serangan defacing (mengubah tampilan desain) halaman web. Serangan ini hanya untuk mempermalukan dan tidak membahayakan. Seiring pertumbuhan Internet di Indonesia yang begitu cepat, dia percaya akan lebih banyak lagi infrastruktur strategis dan layanan publik yang semakin bergantung pada sistem informasi, teknologi dan jaringan Internet, sehingga rentan terhadap serangan siber.

Menurut Salahuddien, pelanggan Internet reguler Indonesia sekitar 60 juta. Sekitar 90 juta ponsel telah mengakses Internet. Dalam 2 tahun, diperkirakan user Internet sekitar 150 juta. Jika sudah begitu, ancaman perang informasi dan serangan cyber semakin meningkat dan menjadi medan tempur utama, termasuk di Indonesia.” (Source : http://sorot.vivanews.com/news/read/265594-bahaya-perang-cyber.

Important Note:
Untuk informasi lebih lanjut tentang pemetaan Cyber Crime dan peta kekuatan negara-negara besar dunia dalam menghadapi Cyber War ada di BAGIAN II dan Kasus Serangan Cyber di Estonia secara Massif untuk pertamakalinya di dunia ada di BAGIAN III.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Waspadalah dengan Keamanan Data Anda di Warnet

 

Segala macam cara dilakukan untuk melakukan pencurian data penting di internet. Jika itu dilakukan oleh hacker atau  cracker itu sudah sering kita dengar. Namun bagaimana jika si pelaku tidak memiliki skill dan kemampuan hacker? Mereka bisa melakukan dengan alat yang disebut  HARDWARE KEYLOGGER

Bagi rekan-rekan semua yang sering ke warung internet (WarNet), coba kalian periksa di belakang PC warnet yang rekan-rekan gunakan tersebut, bila ada COLOKAN HITAM, maka alat ini biasanya dipakai untuk mencegat jalur kabel Keyboard.


Saya sarankan jangan On Line di warung internet tersebut !!!
Karena itu memang sengaja dipasang oleh entah pihak pengelola WarNet, atau pelanggan yang berniat jahat, dengan tujuan untuk merekam/mengkopi data-data rekan-rekan, yang diantaranya adalah password e-mail, Facebook, internet banking atau data penting lainnya.

Alat ini disebut HARDWARE KEYLOGGER ...
Silahkan di-share kepada teman-teman lainnya yang sering On line di WarNet .... :)
Semoga bermanfaat
Share/bagikan info ini ke yang lain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cyber War Series : The STUXNET Provoking Global Cyber War


Nampak Perang Dunia di Matra ke-5, yaitu Cyber War  - perang teknologi informasi tingkat tinggi di internet -(matra lainnya adalah perang Darat, perang Laut, perang Udara dan perang Bintang atau perang teknologi Antariksa yang pertama kali digaungkan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan 30 tahun lalu) mulai ditabuh genderang perangnya oleh Paman SAM. Mereka mengunggulkan dan menyombongkan Proyek besar mereka STUXNET dan mulai melakukan provokasi ke negara-negara yang selama ini diidentifikasi sebagai musuh Amerika atau negara yang tidak bersikap bersahabat terhadap “dunia internasional” – yaitu Amerika dan sekutunya. Lalu bagaimana kelanjutannya? Berikut ini berita lengkapnya :
Jum'at, 27 Januari 2012 07:54:58
AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Seorang mantan Direktur Badan Keamanan AS telah konfirmasi bahwa Amerika Serikat (AS)  telah berulang kali melancarkan serangan cyber di jaringan komputer negara-negara lain, yang didentifikasi sebagai musuh Amerika.
Direktur mantan intelijen nasional AS di Badan Keamanan Nasional AS, Mike Mac Connell mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa perang cyber lebih dari sebuah kemungkinan, karena AS telah menggunakan kemampuan itu.
Kepala mata-mata AS tidak menyebutkan nama negara-negara yang telah diserang dengan perang cyber AS. Namun, ketika ditanya apakah AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan sistem komputer musuh, McConnell menjawab “Ya” dan ketika ditanya apakah berhasil, ia menegaskan “Ya” juga.
Beberapa ahli percaya bahwa AS dan Israel adalah penyebab di balik virus Stuxnet yang ditargetkan kepada sistem komputer di Iran pada tahun 2010.
Stuxnet, pertama kali diidentifikasi oleh pejabat Iran pada bulan Juni tahun2010, adalah sebuah malware yang dirancang untuk menginfeksi komputer yang mengelola pasokan air, pemboran minyak, dan pembangkit listrik.
Pada bulan Juli 2010, laporan media menyatakan bahwa Stuxnet telah menargetkan industri komputer di seluruh dunia dan Iran menjadi target utama serangannya. Mereka mengatakan negara yang baru saja meluncurkan pembangkit listrik Bushehr menjadi pusat serangan cyber.
Namun, para ahli Iran mendeteksi worm pada saat itu, dan mampu mencegah kerusakan lebih lanjut ke situs-situs industri negara dan sumber daya.
 

Tag Technorati: {grup-tag},

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Free Download PC Tools Secure Password Generator

 
Inilah salah satu kasus sangat besar dan contoh gangguan di internet yang sering menyerang sistem dan jaringan computer atau internet banking. Desember 2011, Grup hacker Anonimus mengklaim telah mencuri "harta karun" email dan informasi Credit Card (CC) para klien perusahaan keamanan AS, Straftor. Grup hacker tersebut menyediakan link di Twitter yang mereka beri judul daftar klien pribadi Straftor, Termasuk di dalamnya Departemen Pertahanan US, Angkatan Darat, Angkatan Udara, lembaga penegak hukum, kontraktor keamanan tingkat tinggi dan perusahaan teknologi Apple dan Microsoft. Akun Twitter tersebut adalah YourAnonNews.

Mereka upload bukti bahwa mereka menerima donasi dari para klien Straftor dengan menggunakan CC mereka. Padahal sebenarnya Hacker itu mencuri uang dari CC dan  mengaku memperoleh informasi dari Straftor karena tidak mengenkripsi data dengan baik. Hacker tersebut mencemoh perusahaan intelijen global tersebut di account twitter-nya dengan kata-kata "Maybe they should learn what encryption is."

Sering diberitakan juga pencurian ID, lembaga keuangan di-hack dan ketidakamanan digital sebagai Headline News. Mengapa software developer tidak dapat membuat kode sempurna yang unhackable.

Menurut cerita terbaru dari CNN Money , sudah ada – setidaknya dalam teori – Security professionals yang menggunakan enkripsi dengan menggantikan setiap karakter teks biasa dengan 1 atau lebih karakter dari sebuah kunci acak rahasia. Kode yang dihasilkan disebut Ciphertext – kodenya benar-benar acak, tidak ada bagian yang digunakan kembali. Secara teori untuk memecahkan kode ini sebuah superkomputer membutuhkan 150 tahun. Artinya sepanjang hidup kita kodenyat tidak dapat diretak.

Inikah Proteksi kode sempurna? SALAH. Menurut pakar keamanan, ada perbedaan besar antara kode yang tidak dapat hacked, dan kode yang belum dapat di-hack. Cybercriminals lebih cerdas  5 tahun mendahului mereka – Software Developers – dan taktik Hacker pun lebih sulit.

Para Ahli Matematika memperkirakan 10 tahun mendatang, kita bisa melihat Mekanika Kuantum diaplikasikan pada dekripsi Code (decryption code). Jika berhasil, hacker bisa menggunakan teori-teori ini untuk mempercepat analisis suatu superkomputer sehingga bisa memecahkan enkripsi code yang dianggap "uncrackable" dalam hitungan detik.

Mereka berpendapat bahwa sebenarnya link terlemah bukan kode tersebut, tetapi “KITA.” Why? Jika password Anda sangat sederhana atau bersikeras menggunakan informasi login yang sama untuk setiap account yang pernah Anda buka, maka software keamanan paling canggih sekalipun tidak akan mampu melindungi kita dari Hacker Cerdas.
So what do we do?
hacker

How to Avoid hacked code? Try a Stronger Password

Gunakan password berbeda untuk setiap account dan ubah password secara teratur. Kedengarannya rumit, terutama jika Anda memiliki banyak account dan memori Anda buruk, tapi itu suatu keharusan dalam realitas Cyber baru. Jika Anda sulit membuat password unik yang bisa Anda ingat, maka ada program yang bisa melakukannya untuk Anda.

PC Tools memiliki Password Generator yang akan membuat login menjadi aman dan beragam untuk setiap situs yang Anda akses. Secure Password Generator ini GRATIS  dan HANYA menyediakan 1 password unik, memanfaatkan kombinasi huruf besar dan kecil, angka dan simbol tanda baca. Sekali Anda menghasilkan 1 password, maka Anda harus menyimpan copy di tempat aman karena tidak akan dapat diciptakan kembali.

Intinya, security firms dan para software developer secara bersama-sama telah melakukan yang terbaik untuk melindungi informasi kita. Mereka selalu melakukan begitu banyak hal dalam meningkatkan teknologi dan mengantisipasi serangan di masa depan dan sisanya terserah kita.

Important Note :
Gunakan password unik dan kompleks. Sering-sering mengganti password, sehingga Anda tidak punya masalah, ketika  hacker dengan teknologi mekanika Kuantum sekalipun berhasil meretak “Uncrackable Code” dalam hitungan detik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cyber War Series : Hacker Bobol 400-an Ribu Credit Card Warga Israel

 
Menteri Luar Negeri Israel Dany Ayalon seperti dilansir AFP, Minggu (8/1/2012) memperingatkan kepada para hacker yang menyerang kepentingan Israel, mereka yang melakukan serangan sama artinya dengan menempatkan diri dalam bahaya.
 
“Serangan cyber dan terorisme harus diperlakukan seperti itu. Di ranah cyber, kami memiliki kapasitas untuk melawan siapa saja yang berupaya menyerang kami,” tegasnya.
 
“Sangat penting menyampaikan pesan ini kepada siapa saja yang menyerang atau mencoba melakukan serangan terhadap Israel, termasuk di ranah cyber,” demikian pernyataan Ayalon yang dipublikasikan seluruh media di Israel.
 
Pernyataan resmi yang disampaikan Menteri Luar Negeri Israel, Dany Ayalon, ini datang merespons serangan hacker baru-baru ini. Seperti diketahui, kelompok hacker asal Arab Saudi mengklaim berhasil menggasak 400 ribu kartu kredit warga Israel. Data kartu kredit lantas diumbar secara bebas di internet.
 
aksi hacrker meretas jaringan internet Rupanya Israel sangat geram dengan aksi Hacker yang telah melakukan peretasan atas server-server, Israel di wilayah Israel. Pihak Israel. menyatakan akan merespons serangan cyber sama seperti tindakan teror. Israel bersumpah  melawan hacker seperti mereka melawan para teroris. Aksi peretasan kartu kredit yang menimpa Israel pekan lalu dilakukan oleh sekelompok peretas yang menamakan diri mereka Group-XP. Mereka mengklaim bukan pertama kalinya berhasil membobol server.
 
Dalam aksinya kali ini, Group-XP memanfaatkan celah yang ada pada situs olah raga paling terkemuka di Israel, One.co.il. Kemudian menyisipkan sebuah halaman berisikan data kartu kredit yang telah dicuri.
Adapun data yang berhasil dicuri, kebanyakan adalah nomer kartu kredit lengkap dengan atributnya. Termasuk tanggal kadaluarsa, nomor pengaman, nama lengkap, alamat, hingga nomor ponsel pemilik.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Iran klaim mampu menandingi Ancaman Perang Cyber


Secara umum paham syiah relatif lebih banyak menggunakan rasio (akal pikiran) dalam memahami ajaran agama Islam di banding para pengikut kompilasi aqidah yang diciptakan oleh Hasan Asy’ari yang dianut mayoritas kaum Sunni (Ahlul Sunnah wal Jama’ah) apalagi jika dibandingkan dengan kaum “Sunni ekstrem” Wahabi, yang paham keagamaannya mengikuti Ibnu Taimiyah dan syekh-syekh wahabi saja, seraya menolak pandangan di luar pengajaran tokoh-tokoh utama wahabi.

Maka tidak heran ilmu-ilmu Islam di kalangan Syiah memiliki spektrum lebih luas, misalnya tawasuf yang bersifat transendental dan filsafat yang sangat rasional tumbuh subur mewarnai kultur masyarakat dan kaum intelektual. Ulama Syiah, terutama Imam seperti Imam Ayatullah Khomeini juga dikenal ahli filsafat. Seperti juga Murtadho Muthahhari.

Dalam kondisi masyarakat seperti itulah Iran mampu membangun dengan kekuatan sendiri sejak tahun pertama Republik Islam Iran berdiri di bawah tekanan blokade Barat hingga sekarang. Kekuatan militer menjadi paling kuat di Timur Tengah di matra Darat, Laut dan Udara, dengan misil yang mampu menjangkau Eropa (diatas radius 3.000 km) dan diduga memiliki kemampuan membuat Senjata Nuklir. Menghadapi ancaman serangan Cyber (program jahat, malware, virus dan worm) terhadap inslalasi industri dan militer, Iran baru-baru ini mengklaim siap menghadapi ancaman Amerika dan Israel.

seperti dilansir dari harian Republika Online :

Iran Mengaku Sanggup Lawan Ancaman Cyber AS

REPUBLIKA.CO.ID, 26 Desember 2011.
Seorang anggota senior parlemen Iran mengatakan bahwa Republik Islam Iran memiliki kemampuan dan potensi merespon dan melawan ancaman Cyber Amerika Serikat. Press TV melaporkan, Senin (26/12).

Anggota senior Parlemen Iran Avaz HeidarpourAnggota senior Parlemen Iran Avaz Heidarpour

Avaz Heidarpour mengatakan, "Iran memiliki sistem operasional dan kapasitas ilmiah yang memadai untuk melawan AS dalam perang Cyber."   Seraya menyinggung upaya AS untuk mempengaruhi opini publik di dunia maya, Heidarpour menegaskan bahwa Washington akan menyadari kerugiannya akibat ulahnya tersebut.

Pejabat Iran itu menambahkan, bangsa Iran tidak akan mengizinkan AS dan media Barat menebarkan pengaruhnya. Selain itu, Heidarpour menegaskan pula bahwa Iran sepenuhnya siap menanggapi ancaman asing dan memiliki kemampuan memadai untuk membela diri terhadap ancaman Cyber dan bahkan melancarkan serangan Cyber kepada musuh.

Pada awal Oktober 2010, Iran mengumumkan telah mendeteksi dan menggagalkan serangan Cyber oleh virus Stuxnet. Menurut sejumlah laporan, virus tersebut dirancang untuk menginfeksi sistem komputer industri dan nuklir Iran.

Virus Stuxnet pertama kali diidentifikasi oleh Iran pada bulan Juni 2010, virus ini dirancang untuk menginfeksi komputer dengan menggunakan Siemens Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). SCADA adalah suatu sistem kontrol yang biasa dipakai industri untuk mengontrol pasokan air, minyak dan pembangkit listrik.

Para Ahli Iran mengatakan bahwa virus tersebut kemungkinan diciptakan oleh sebuah organisasi yang disponsori Amerika Serikat atau Israel dengan tujuan mentarget kontrol perangkat lunak yang digunakan dalam sektor industri Iran, termasuk yang digunakan di pabrik Bushehr. (IRIB Indonesia/RA)

Posting terkait Cyber War di website design :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS