Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Javascript. Show all posts
Showing posts with label Javascript. Show all posts

Javascript HTML CSS membangun blog website

 

Integration of source codes


Website    merupakan perpaduan aplikasi source code – Javascript, HTML dan CSS. Mau bukti, silahkan buka source code HTML Editor www.blogger.com.  Pada dasarnya source kode dalam Editor Template Blogger merupakan integrasi antara program penulisan dokumen HTML (file html), penulisan presentasi dokumen (file css) dan Javascript (file js) dari JAVA Runtime Environment. Perpaduan ketiga macam kode diilustrasikan seperti berikut :

integrasi CSS Javascript dan HTML

Javascript

Fungsi javascript digambarkan seperti ilustrasi berikut (berdasarkan pengalaman pribadi) :

Dini hari jam 02.00 di bulan November 2010 saya membuka blog, ingin edit HTML, namun ada masalah, hasil pengeditan HTML tidak bisa di-SAVE sama sekali. Saya segera mengirim email pengaduan ke Blogger. Sehari kemudian saya terima notifikasi dari Blogger ke alamat Gmail bahwa : 

fungsi Javascript untuk Editor Template Blogger sedang mengalami masalah dan dalam Maintenance.

Saya menduga. Mungkin saya melakukan pelanggaran Term of Services Blogger tanpa disadari?
 
Namun saat mencoba Login dengan 2 akun Blog saya yang lain ke Blogger.com ternyata mengalami hal sama. Ada apa dengan 3 akun Gmail saya?. Saya pikir Blogger mungkin sedang Maintenance. Apalagi beberapa teman sesama blogger senasib dengan saya.

Benar dugaan saya. Blogger mengirim Notifikasi bahwa :

Editor Template Blogger sengaja mematikan sementara fungsi Javascript untuk tombol Save Template, tombol Bersihkan Template dan tombol Preview.

Hal ini beberapa kali terjadi sepanjang tahun 2010-2011. Pada bulan Maret 2011, selama 3 hari Blogger ditutup. Berulang lagi pada 1 september 2011. Setelah itu memang ada format me nu yang baru. Fitur Blogger mengalami perombakan. Misalnya fitur Live on Blog berdampingan dengan fitur Mobile (View blog dan View di HP). Di bawah Live on Blog ada fitur Customize dan Edit HTML.
 
  • Terkait pemberitahuan Blogger diatas, saya lebih menyoroti pesan tentang keberadaan fungsi Javascript untuk tombol menu Blogger. Artinya tombol tersebut menyiratkan fungsi Javascript.

Mengenal HTML

Hyper Text Markup Laguage seperti teks biasa tetapi memungkinkan dibaca semua Browser (FireFox, IE, Google, Opera) sehingga isi konten berupa kode dapat dibaca dan dieksekusi oleh semua Browser. HTML hanyalah salah satu bahasa penulisan file. Selain HTML juga ada XML dan XTML. Hampir semua penulisan Tag dilengkapi tag awal dan tag akhir. Setiap dokumen file HTML memiliki struktur dasar  ini :
  • <!DOCTYPEhtml>
    <html>
    <head>
    <title>'''Selamat Datang di Blog Saya'''</title>
    </head>
    <body>
    <p>Nama saya Yusuf The Doublehorn!</p>
    </body>
    </html>

HEAD

Header section diapit tag <HEAD> dan </HEAD>. Snippet ini memuat tag TITLE yang menampilkan judul webpage pada browser. Tag title digunakan untuk memberi suatu mark pada website. Browser menyimpan “title” sebagai bookmark. Dalam searching, title digunakan sebagai keywordnya. Header memuat tag META yang berguna untuk menentukan informasi tertentu mengenai file HTML, misalnya menentukan author name dan keywords pada tag META. Contoh :

<meta name="Yusuf" content="Bisnis takaful online">

ELEMEN BODY

BODY Section diapit tag <BODY> & </BODY> sebagai tubuh (isi) file HTML dimana diletakkan informasi yang akan ditampilkan pada browser.

TAG

HTML tidak membedakan huruf besar atau kecil suatu elemen. Elemen HTML terdiri tag-tag beserta teks yang ada di dalamnya. Tag dinyatakan dengan tanda awal < dan tanda akhir > dan biasanya merupakan pasangan :

1.  Tag awal, dinyatakan dalam bentuk <nama tag>   
2.  Tag akhir, dinyatakan dalam bentuk </nama tag>. 

Contoh Format  :
  • <nama tag> teks yang ditampilkan </nama tag>

ATRIBUTE

Tag awal bisa memiliki beberapa atribut yang menyatakan karakteristik tag tersebut. Misal, pada atribut ALIGN : Saat dinyatakan karakteristik alinea rata kiri dan rata kanan. Tag yang digunakan :
  • <p align=”justify”></p>
Nilai yang bisa menyertai atribut ALIGN ada 4, yaitu : Center, Left, Right dan Justify.

Mengenal Cascading Style Sheet

Isi atau konten blog terdiri 2 bagian :
  • 1.   Konten dokumen berupa teks, gambar, video, film, foto, audio dan sebagainya.
    2.   Berupa format desain untuk presentasi dokumen blog.
Awalnya tampilan dokumen blog diatur dengan membuat tag HTML. Namun kemudian tag tampilan ini dikembangkan lebih jauh menjadi bahasa penulisan kode untuk presentasi dokumen blog yang berdiri sendiri. Dalam praktek 2 penulisan ini - HTML dan CSS - kadang terpisah dan bisa pula terintegrasi. Dalam satu file kode pada website dapat digunakan bahasa HTML dan CSS secara bersamaan.

Jika penulisan terpisah maka akan ada file HTML dan file CSS sendiri-sendiri. Kelebihan penulisan secara terpisah adalah bisa menguraikan kerumitan (kompleksitas) penulisan kode dan juga lebih fleksibel dalam menuangkan ide dalam rekayasa website. Dan lebih memudahkan bagi yang memilki akses ke kode tersebut. Kelebihan lain adalah file CSS bisa direferensikan oleh file HTML.

Cascading Style Sheet merupakan bahasa pemrograman web untuk mengatur style halaman Website sehingga lebih terstruktur dan seragam. CSS merupakan bahasa penulisan kode sama seperti HTML menggunakan teks biasa. Penulisan CSS digunakan untuk mendefinisikan LAYOUT blog, pilihan huruf, warna dan aspek presentasi lain.
                          
Sama seperti styles pada aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, seperti  heading, sub-bab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk digunakan bersama-sama dalam beberapa file. Biasanya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.

CSS mengatur size gambar, warna bagian tubuh teks, warna tabel, size border, warna border, warna hyperlink, warna mouseover, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lain.[1]  CSS adalah bahasa style sheet C yang digunakan untuk setting tampilan dokumen blog sehingga memungkinkan kita tampilkan halaman sama dengan format beda.

User  HTML, CSS dan Javascript adalah webmaster, web developer, web designer  dan pengakses kode Website lainnya. CSS memang diciptakan untuk memecah kerumitan penulisan kode blog atau website dengan memisahkan dan membagi menjadi penulisan file dokumen yang menggunakan HTML dan penulisan bentuk presentasi.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Animated flying bird Twitter for website -1



Di kalangan Netter (pengakses internet), siapa tidak kenal Twitter? Facebook and Twitter  are both of the most popular Social networking sites in the world.. Tidak berlebihan jika saat ini ada sejumlah widget Twitter, script dan plugins tersedia untuk mengintegrasikan Twitter dengan blog atau website.

Jika Anda pengelola website dan juga punya account Twitter, sebaiknya integrasikan sekarang. Bagi blogger atau pemilik website yang belum punya account Twitter, lakukan registrasi ke Twitter. Mengapa?

Salah satu cara terbaik menemukan new follower account Twitter Anda adalah dengan meningkatkan setiap profil online lain yang mungkin telah Anda miliki. Atau sebaliknya populerkan website atau blog dengan mengintegrasikannya ke Twitter, meskipun sudah Anda lakukan dengan Facebook atau media Social Networking lain.
animasi flying bird blog blogger

Saya menawarkan Script Animated twitter bird follower widget code untuk dipasang ke website. Animasi burung twitter di halaman website ini sangat menarik sekaligus akan meningkatkan jumlah “Follower” account Twitter. Pasti kelak juga akan memberi pengaruh positif terhadap trafik pengunjung website.

  • Plugin ini berbasis Javascript dan akan menampilkan animasi burung Twitter yang mengendap pada tempat-tempat berbeda di area website. Jika Anda scroll (menggulirkan) halaman website (web page), burung “Twitter” terbang menuju bagian yang terlihat dan menetap di tempat baru. Jalur penerbangan acak. Burung Twitter terbang setiap Anda tempatkan kursor dan di atasnya link "Tweet This"  dan "Follow Me." Melalui link ini pengunjung dapat melakukan Tweet artikel yang sedang dibaca atau memutuskan sebagai “Follow You.”
flying twitter for website design blog
Berikut kami berikan script code untuk Burung Terbang Twitter.  Jika situs Anda menggunakan platform Blogger, maka cara mudah, seperti berikut ini :
  1. Klik saja gambar Add to Blogger di bawah ini.
    Click to install Animated twitter widget to your Blog
    Maka Anda akan dibawa ke jendela di bawah ini

    jendela add widget to your blog
  2. Pilih blog yang ingin Anda tambahkan animasi “Flying Bird” dan tentukan judul Widget. kemudian tekan tombol Add Widget. Secara otomatis script code Flying Twitter Bird akan ditambahkan pada halaman editor widget tersebut.

    Script code yang terkandung di dalamnya seperti berikut :

    script code animated flying twitter
  3. SAVE.
CATATAN
Anda bisa edit isi script code sesudah tekan tombol Add widget. Ganti "Your twitter account name" dengan nama pengguna twitter Anda. Anda hanya perlu menambahkan username saja, tapi jangan seluruh URL profil Twitter Anda.
Sebagai contoh  twitterany.com/twitte4u, maka twitte4u adalah username.

TAMBAHAN
Replace "Your Twitter account name" with your twitter user name.You add just the username not the entire URL of your Twitter profile.

For twitter.com/twitte4u,, so twitte4u  is the username.


Happy blogging!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

jQuery Scroll to Top Control : Cara balik ke Top Page


Stationary Control       –      Kontrol Stasioner ini posisi di sudut kanan bawah jendela webpage yang setelah diklik dengan cepat halaman website akan menggulung kembali ke TOP PAGE. Jika halaman website atau blog Anda terlalu panjang ke bawah, fitur ini sangat tepat menjadi solusi dan menjadi ide yang baik agar pengunjung blog mendapat cara mudah dan cepat (otomatis) untuk bergulir (scroll) balik ke bagian PALING ATAS halaman website.

Scroll up for website design Scroll up

Saya akan share script jQuery Scroll to Top Control versi 1.1 dari http://www.dynamicdrive.com. Singkatnya script jQuery ini menawarkan kemampuan scroll atau menggulung ke posisi absolut (from top of page) atau bahkan terhadap specific element pada halaman tertentu. Stasioner kontrolnya tidak selalu terlihat pada monitor, tetapi script memungkinkan Anda menentukan seberapa jauh ke bawah halaman (dalam satuan pixel) sebelum user mendapati stasioner kontrol tersebut.

Elok nian!!

Anda bisa menentukan Arbitracy anchor links dengan nilai href khusus (misalnya Anda input nilai a href dengan #top) yang ketika diklik akan mengaktifkan script dan menggulung halaman website kembali ke atas. Dan logikanya jika nilai yang di-input adalah #bottom, tentu layar menggulung ke bagian paling bawah. Maka silahkan ber-improvisasi.

Untuk demo :
Gulir laman ke bawah (minimal 100 pixel) untuk melihat Stationer Kontrol "Back to Top" tampil di bagian sudut kanan bawah halaman webite.

Important Note:
Halaman Anda harus berisi DOCTYPE yang valid di bagian paling atas agar script ini bekerja sebagaimana dimaksud.


Petunjuk yang disarankan

Step 1
Buka platform blogger blogspot dengan ID Gmail untuk membuka HTML editor.

Step 2
COPY script dalam box orange dibawah ini dan PASTE ke bagian tag <HEAD> pada halaman HTML (misalnya, diletakkan pada baris persis di atas </head>).

Catatan :
Mohon maaf jika script saya tampilkan sebagai image dan script tampak kurang jelas (untuk mengurangi beban load time blog ini). Jika tidak ingin capek mengetik sendiri script seperti terlihat pada gambar di bawah ini, download saja file script yang bersangkutan dengan klik link berikut ini :

                             http://www.4shared.com/office/pqp2RQ32/script_code_jQuery_Scroll_to_T.html 

Copy saja script pada isi file hasil download dan manfaatkan (Paste) untuk step 2.

script jquery scroll to top of website page

Step 3
Klik PREVIEW untuk view hasil sementara, Bila OK klik SAVE. Klik VIEW BLOG untuk lihat hasilnya.

Anda dapat menyesuaikan berbagai hal, seperti berapa kali scroll diperlukan untuk menggulir  ke bagian paling atas, durasi fade in / out berlaku untuk stasioner kontrol. Dalam file js ini, ada bagian yang relevan untuk memodifikasi :

setting: {startline:100, scrollto: 0, scrollduration:1100, fadeduration:[500, 100]},
controlHTML: '<img src="http://www.dynamicdrive.com/dynamicindex3/up.png" style="width:24px; height:24px" />', //HTML untuk kontrol, yang otomatis dibungkus DIV w/ ID="topcontrol"
controlattrs: {offsetx:16, offsety:16}, //offset kontrol relatif ke kanan / bawah pojok jendela
anchorkeyword: '#top',
//Anda input nilai href anchor HTML yang juga bertindak sebagai link "Scroll Up"


scroll up for website download
Stasioner Kontrol dengan URL http://www.dynamicdrive.com/dynamicindex3/up.png (Grey arrow scroll up diatas) bisa diganti dengan URL gambar lain. Misalnya dengan URL image https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDoSED7QPNQV8SNjMq8hikOaaJtvgqGMsR6cpePX4YGjsGC1zuI_PDARhsHjPBTSeA_huU0hC8fOUSEe7J6KH1ighEHzIeteOGvokCe23mnuktMQFtYPlxv-zL2pUBAZrAEmkvyptx8I0z/?imgmax=800 (LIHAT Orange Arrow scroll up pada gambar awal artikel ini).

Untuk "controlHTML", Anda dapat memasukkan HTML Anda ingin ditampilkan sebagai kontrol, meskipun harus sesuatu yang sederhana (gambar atau plain text). Pengaturan "anchorkeyword" mengizinkan Anda memasukkan nilai href dari HTML anchors (jika ada).

Untuk melihat hasilnya, klik link ini   Back to Top

Pengubahan arah target "Scroll To Top" Control

Secara default ketika Anda mengklik tombol Control, maka scroll halaman akan kembali ke bagian paling atas. Namun, Anda dapat mengubahnya, misalnya 50 pixel jaraknya dari bagian paling atas, atau scroll ke elemen tertentu pada halaman, yang bukan header.  Pengaturan untuk mengubah “Scrolltop” ada dalam bagian dari file .js dibawah ini (sebagai contoh saya sesuaikan dengan kinerja yang dinginkan di blog saya)
  • setting: {startline:100, scrollto: 50, scrollduration:1500, fadeduration:[550, 150]},

    Ubah nilai 0 (misal menjadi 50, begitu juga untuk nilai varaiabel lain), atau ID elemen tertentu yang ingin Anda kontrol, seperti "myheader" dimana "myheader" adalah elemen yang didefinisikan pada halaman, seperti  :

    <h2 id="myheader">Welcome to Dynamic Drive!</h2>

Untuk widget Scroll to Top dan sekaligus juga dilengkapi Scroll to Bottom, silahkan kunjungi post ini :



SELESAI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Javascript series : Script for how to Scroll a Page

Posting kali ini tentang bagaimana menggunakan JavaScript metode scrollBy dan setTimeout untuk membuat halaman web (web page) menggulung ke bawah (scroll down) secara otomatis. ganti saja nilai timeout untuk mengubah-ubah kecepatan penggulungan (scrolling speed) dalam ukuran waktu millisecond.

Contoh berikut memperlihatkan bagaimana fungsi tersebut bekerja (kita sebut saja  fungsi pageScroll) :

function pageScroll() { window.scrollBy(0,50); // horizontal and vertical scroll increments scrolldelay = setTimeout('pageScroll()',100); // scrolls every 100 milliseconds }

Untuk menjadikan bergulir secara otomatis ketika memuat halaman web (page loads), tambahkan code berikut ini pada tag body.  :

<body onLoad="pageScroll()">

Untuk memulai pengguliran (penggulungan) webpage ketika diminta oleh pengguna, panggil saja fungsi tersebut dari suatu text link atau tombol. Aplikasinya seperti di bawah ini :

Text Link

<a href="javascript:pageScroll()">Scroll Page</a>

Catatan: Jika Anda mengklik link Scroll Page diatas, maka halaman web akan selalu bergulir ke halaman paling bawah. Anda harus klik link di bagian bawah halaman untuk membatalkan bergulir (yang terus- menerus terjadi).

Button

<input type="button" onClick="pageScroll()" value="Scroll Page">


Stop Scrolling

Fungsi pageScroll () diatas menyebabkan halaman webpage akan terus-menerus bergulir selamanya. Untuk menghentikannya diperlukan fungsi berikut stopScroll () agar berhenti bergulir, dan bisa dipanggil dengan cara yang sama :

function stopScroll() {
    clearTimeout(scrolldelay);
}

<a href="javascript:stopScroll()">Stop Scrolling</a>

Stop Scroll


Scroll Directly to a Particular Point

Gunakan cara atau metode penggunaan fungsi scroll () untuk melompat ke titik tertentu pada halaman webpage. Posisi target ditentukan dalam pixel dari pojok kiri atas halaman, horizontal dan vertikal.

function jumpScroll() { window.scroll(0,150); // horizontal and vertical scroll targets } <a href="javascript:jumpScroll()">Lompat ke tempat lain pada on-the-page</a>

Lompat ke tempat lain pada on-the-page



Contoh lain :

script type='text/javascript'>
window.onload = setTimeout("window.scrollBy(0,73);",3000);
</script>

Jika Anda ingin mengubah seberapa jauh layar bergulir ke bawah, maka ganti saja nilai 73 dengan nilai yang diinginkan. Jika ingin mengganti berapa lama waktu menunggu untuk bergulir, ubah saja nilai 3000 dengan nilai millisecond lain  (1000 sama dengan 1 second, artinya perlu menunggu  3 detik sebelum layar menggulung (scrolling) ke bawah).

Happy blogging!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Add jQuery Scroll to Top to Bottom for Blogger

 

Posting lama tombol jQuery back to top hanya menawarkan satu arah ke laman ATAS webpage. Kali ini saya ingin posting tombol jQuery back to top lain, yaitu tombol Back to Top plus tombol Back to Bottom disertai fade-In and fade-Out effect. Pengunjung blog dapat segera kembali ke atas dan ke bawah halaman. Dengan efek fade-In dan fade-Out ini, kedua tombol akan memudar sedikit ketika kita menggulir ke atas atau ke bawah halaman.

Ada dua tombol dengan posisi FIXED di bagian kanan-tengah webpage, masing-masing dengan fungsi untuk bergerak sebagai pintasan baik ke paling bawah atau ke paling atas webpage secara otomatis. Jika Anda menggulir halaman, kedua tombol akan lenyap, yang memberikan efek bagus dan halus.  Saya menemukan widget bagus ini dari Helpblogger, maka penghargaan penuh layak diberikan kepadanya.

tombol back to top and to bottom


How To Install This Widget To Blogger?

  1. Buka Blogger–>Template—>Edit HTML
  2. Tekan tombol keyboard CTRL + F untuk mencari  ]]></b:skin>  dalam HTML Editor blog
  3. Copy dan paste kode CSS berikut ini, dan letakkan tepat diatas  ]]></b:skin>

    /* Up and Down Buttons with jQuery  */
    .button_up{ padding:7px;    /* Distance between the border and the icon */
    background-color:white; border:1px solid #CCC;   /* Border Color */

    position:fixed; background: white url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk_bhXT4rVDVo0tDfS-c5Ws9TjsiETjWuVDq4glGCZfzY8_ja3iMoWJopXG_FapFjgnrGGSh2TTo5u98lYFYII7CtN7ShCdNauygNxUyDYSsXTcPSdi2bphk2NA3q0TNMGgIJx-GZYMTY/s16/arrow_up.png) no-repeat top left; background-position:50% 50%; width:20px;   /* Button's width */
    height:20px;      /* Button's height */
    bottom:280px;   /* Distance from the bottom */
    right:5px; /* Change right to left if you want the buttons on the left */
    white-space:nowrap; cursor: pointer; border-radius: 3px 3px 3px 3px; opacity:0.7; filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=70); }

    .button_down{ padding:7px;  /* Distance between the border and the icon */
    background-color:white; border:1px solid #CCC;     /* Border Color */

    position:fixed; background: white url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL_qq_jUPjlRY7ZsI2sDh562XeNJ7ou8S5M2lPMtdxPY4SGXH4u7NLuFJskb1acD7E9lV0M-fVFTmpHxM2khp8LugueRHZ0OBpj5vAQn6nRhtbrqwRyo_OqB_4iHT1uWUqq4GPhM6PuMs/s16/arrow_down.png) no-repeat top left; background-position:50% 50%; width:20px; /* Button's width */
    height:20px; /* Button's height */
    bottom:242px; /* Distance from the bottom */
    right:5px; /* Change right to left if you want the buttons on the left */
    white-space:nowrap; cursor: pointer; border-radius: 3px 3px 3px 3px; opacity:0.7; filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=70); }

    CATATAN
    Kedua tombol akan ditampilkan disisi kanan halaman web. Jika Anda ingin menampilkannya di sisi kiri, maka ganti saja teks berwarna merah right yang ada di dua tempat dengan Left.  Demikian juga Anda bisa mengganti image tombol Arrow-Up (link warna biru … /arrow_up.png) dan Arrow-Bottom (… /arrow_down.png) dengan URL image lain yang Anda miliki.

    The Javascript

    Script Javascript dibawah ini akan berfungsi menggulung (scroll) halaman blog menuju ke atas dan bisa juga ke bawah dengan menggunakan  jQuery.

  4. Kemudian Tekan tombol keyboard CTRL + F untuk mencari </body>
  5. Copy dan paste script code di bawah ini dan letakkan tepat diatas  </body>

    <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

    <div class='button_up' id='button_up' style='display:none;'/>
    <div class='button_down' id='button_down' style='display:none;'/>
    <script> //<![CDATA[ (function(){var special=jQuery.event.special,uid1='D'+(+new Date()),uid2='D'+(+new Date()+1);special.scrollstart={setup:function(){var timer,handler=function(evt){var _self=this,_args=arguments;if(timer){clearTimeout(timer)}else{evt.type='scrollstart';jQuery.event.handle.apply(_self,_args)}timer=setTimeout(function(){timer=null},special.scrollstop.latency)};jQuery(this).bind('scroll',handler).data(uid1,handler)},teardown:function(){jQuery(this).unbind('scroll',jQuery(this).data(uid1))}};special.scrollstop={latency:300,setup:function(){var timer,handler=function(evt){var _self=this,_args=arguments;if(timer){clearTimeout(timer)}timer=setTimeout(function(){timer=null;evt.type='scrollstop';jQuery.event.handle.apply(_self,_args)},special.scrollstop.latency)};jQuery(this).bind('scroll',handler).data(uid2,handler)},teardown:function(){jQuery(this).unbind('scroll',jQuery(this).data(uid2))}}})(); $(function() { var $elem = $('body'); $('#button_up').fadeIn('slow'); $('#button_down').fadeIn('slow'); $(window).bind('scrollstart', function(){ $('#button_up,#button_down').stop().animate({'opacity':'0.2'}); }); $(window).bind('scrollstop', function(){ $('#button_up,#button_down').stop().animate({'opacity':'1'}); }); $('#button_down').click( function (e) { $('html, body').animate({scrollTop: $elem.height()}, 800); } ); $('#button_up').click( function (e) { $('html, body').animate({scrollTop: '0px'}, 800); } );}); //]]>
    </script>

    CATATAN PENTING
    Jika blog Anda sudah memiliki jQuery plugin, silahkan HAPUS baris teks berwarna merah di atas.


  6. SAVE TEMPLATE
  7. SELESAI!

Source : http://www.makingdifferent.com/add-jquery-back-to-top-and-go-to-bottom-buttons-to-blogger/

Related Post : jQuery Scroll to Top Control : Cara balik ke Top Page

DEMO :  Dapat Anda lihat di blog ini di sebelah kiri bagian tengah halaman web.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

How to Make Tinkerbell Magic Sparkle Effect?



Banyak website mengabaikan teknologi padahal penggunaan yang tepat  bisa menciptakan kesan kuat.  Namun penggunaan animasi dan semacamnya  jangan berlebihan sehingga bersifat mengganggu. Blog yang terlalu “riuh” kesannya tidak profesional dan akan berpengaruh jelek pada faktor Loading Time blog (waktu yang dibutuhkan untuk memuat sebuah halaman web).
Shiny-Stars for website design Dengan sentuhan kecil Tinkerbell Magic Sparkle – dimanapun mouse digerakkan, akan terjadi efek ujung kursor mengeluarkan bintang-bintang kecil berwarna yang jatuh bertaburan. Versi lain efek Snow Storm (hujan butiran salju). Efeknya berhenti ketika mouse tidak digerakkan.

Pembuatan Efek Tinkerbell Magic Sparkle

  1. Login ke  www.blogger.com
  2. Masuk Dashboard dan klik judul blog
  3. Klik Template
  4. Pilih Edit HTML
  5. Klik “Lanjutkan” dan beri tanda Check pada box diatasnya
  6. Tekan Ctrl – F untuk pencarian  </body> 
  7. COPY script dibawah ini dan PASTE diatas </body>. 

    Mohon maaf!!!. Jika script yang dimaksud di atas ditampilkan sebagai image seperti gambar di bawah ini. Maksud dan tujuan saya melakukan ini untuk mengurangi Loading Time blog ini dan juga untuk memperbesar prosentase (%) rasio perbandingan teks terhadap kode HTML (Text/HTML Ratio) karena hal ini sangat baik bagi SEO blog. Jika seluruh code pada script tersebut saya ketik begitu saja,  akibatnya akan membanyak muatan code dan menurunkan nilai Text/HTML Ratio.

    Perlu diketahui bahwa Text to Code Ratio suatu webpage digunakan oleh mesin pencari dan spider Crawler untuk melakukan kalkulasi relevansi halaman website yang bersangkutan. Nilai atau prosentase Text to Code Ratio yang tinggi akan memberikan peluang lebih baik untuk mendapatkan ranking halaman web (PageRank) yang bagus.

    Hampir semua search engine, seperti Google, menetapkan basis hasil pencarian mereka (SERPs) pada relevansi konten yang disediakan. Sebagus apapun artikel Anda, tapi jika isi laman web tidak relevan, maka tidak akan muncul di halaman hasil mesin pencari (Search Engine Result Pages).

    Jika halaman web Anda mengandung terlalu banyak kode (seperti script, CSS atau HTML), hal ini bisa mencegah spider merangkak halaman website secara keseluruhan. Crawler kini jauh lebih canggih dan mampu memeriksa jumlah kode yang ada di halaman web dan membandingkannya dengan jumlah teks sebagai bagian dari algoritma. Jika halaman terlalu besar, spider crawler mungkin hanya menangkap sebagian halaman, dan meninggalkan konten penting dan relevan.

    Sekali lagi maaf, jika gambarnya terlalu kecil karena jika  saya zoom, hasil gambar menjadi semakin buram. Untuk mendapatkan script ASLI silahkan download dengan klik :


    SCRIPT Tinkerbell Magic Sparkle Effect
  8. PASTE Tepat diatas </body>
  9. Klik SAVE
  10. SELESAI

Untuk melihat hasilnya silahkan buka halaman blog Anda.

Happy Blogging!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lindungi post blog dengan link otomatis


blogger sering copy paste posting blog Anda dengan tidak fair (tidak mau atau malas cantumkan link ke sumber). Perilaku ini bisa ditanggulangi dengan trik link sumber muncul secara otomatis

Lindungi posting tulisan di blog dan atau website (jika memang asli karya Anda pada blog atau website milik Anda sendiri), setidaknya beri peringatan siapa saja yang ingin menyalin sebagian atau keseluruhan content artikel, agar menyebutkan sumber atau mentautkan ke link Anda. Disini kita berbagi bagaimana kita menghadapi orang yang melakukan copy-paste artikel kita di blog kita.

Kebiasaan buruk penulis content posting sudah sedemikian jamak ditemukan kasusnya. Artikel orang lain diambil tanpa izin karena mereka malas setidaknya menulis ulang sebelum upload artikel mereka.

Berikut ini trik menghadapi perilaku buruk penulis COPAS (Copy dan Paste) yang mengambil sebagian atau keseluruhan (100%) content  blog atau website

halaman edit HTML blog blogger
  1. Login ke Dashboard blog Blogger.
  2. Untuk antisipasi error, backup terlebih dahulu template Anda.
  3. Edit Template >>> beri centang (Checkbox) pada kotak Expand Template widget.
  4. Cari (gunakan CTRL-F) code </body>
  5. Letakkan code script dibawah ini tepat di atasnya (Lihat gambar diatas).
    Jika diletakkan di bagian head  yaitu sebelum </head> efeknya tetap sama.
  6. Ganti URL dalam snippet tersebut (lihat gambar dibawah)
    Misalnya http://website-download.blogspot.com/ dengan URL blog Anda sendiri.
  7. SAVE TEMPLATE.

script perlindungan artikel dari copy paste

Script ditampilkan sebagai image untuk mengurangi load time blog yang sedang Anda baca. Jika tidak ingin mengetik sendiri script diatas Anda bisa download dengan klik link berikut

http://www.4shared.com/office/jPjPXHuO/script_perlindungan_artikel_da.html
(terkandung di dalamnya tutorial rinci)

Ganti saja URL dalam snippet diatas, yaitu  http://website-download.blogspot.com/ dengan URL blog Anda.

Hanyalah tip kecil, silahkan dicoba.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Related posts with CSS Effect on Blogger

 Navigasi   penting! Navigasi memungkinkan Anda cepat menemukan konten yang diinginkan. Ini membantu Search Engine memahami content apa yang menjadikan Webmaster Tools (Google) berpikir dan menganggapnya penting. Jika blog relatif baru, Anda harus pikirkan "Bagaimana reader akan pergi dari homepage ke halaman lain berisi content lebih spesifik?” Atau sebaliknya, ”Bagaimana  reader  melakukan navigasi cepat kembali ke Homepage?"
Sebelumnya saya telah posting di blog yang sedang Anda baca tentang link-link judul post berada di bawah artikel. Ada 2 post relevan dengan artikel kali ini, yaitu


Berikut ini posting Related Post variasi ke-3 dalam memasang widget (script) related post untuk blog blogger dengan sedikit perbedaan. Contoh dapat dilihat di :
Setelah URL diatas dibuka, silahkan gulung halaman turun hingga dibawah “RELATED POSTS.” Arahkan cursor ke setiap link DIBAWAHNYA. Akan terlihat animasi saat tersentuh cursor. Untuk membuat Related Posts seperti itu Anda perlu tambahkan CSS3 transition, mengatur padding dan background position yang terpasang di setiap link.

tiga source code untuk Related Posts with CSS3 Effects

Mohon maaf, source code yang dibutuhkan ditampilkan sebagai gambar karena alasan loading time blog, namun jika Anda ingin download isi code diatas silahkan klik link berikut
https://www.4shared.com/office/vGiVk4No/source-code_Related_Posts_with.html?

Cara Penggunaan

  • Login ke Blogger  >>>  Design (Rancangan)  >>>  Edit HTML
  • Backup template. 
    Mengubah xHTML di bagian <body> punya resiko kegagalan yang mungkin menimbulkan kerusakan template, maka lakukan backup template seperti dibawah ini demi keamanan.
    • Klik Download Full Template
    • Simpan file template di folder computer (misalnya di folder My Document)
    • File backup ini digunakan untuk memulihkan template seperti sebelum dilakukan modifikasi dengan cara upload kembali ke blogger.
    • Cara upload :
      Klik browse. Temukan file backup di folder computer dan lanjutkan dengan klik upload.
  • Kembali ke Edit HTML dan Cari kode ]]></b:skin>
  • Letakkan kode CSS (snippet pada box 1) tepat di atas kode tersebut
  • Letakkan Javascript (snippet pada box 2) tepat di BAWAH kode tersebut
  • Sehingga :
                                                            kode ]]></b:skin> akan berada diantara kode css dan javascript
  • SAVE TEMPLATE
  • Lanjutkan kembali dengan klik Expand Widget Template dan cari kode <data:top.authorLabel/>
  • Di atas kode <data:top.authorLabel/> ada beberapa kode lain seperti berikut 

<div class='post-footer'>
<div class='post-footer-line post-footer-line-1'>
<span class='post-author vcard'>
<b:if cond='data:top.showAuthor'>
<data:top.authorLabel/>


Letakkan xHTML (lihat isi Box 3) tepat di atasnya. Sehingga tersusun seperti berikut 
posisi box XHTML Related Posts with CSS3 Effects SAVE TEMPLATE

Keterangan

  • Angka 10 merupakan jumlah posting ditampilkan di widget related posts. Anda dapat mengubahnya sesuai jumlah yang diinginkan.
  • Jika ingin merubah tampilan related posts, perubahan cukup dilakukan pada kode css.
SELESAI  -   Jika kurang jelas atau ada masalah klik [Source]



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Website design : pengenalan dasar script Javascript


Apa itu Javascript?


J avascript adalah bahasa script yang biasa dijalankan di browser, Javascript juga dikenal sebagai Client Side Programming. Client di sini adalah browser, seperti : Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, Google Chrome etc. Dimana kode Javascript bisa ditemukan?
  • Kode javascript biasa disisipkan diantara kode HTML.atau berupa file .js yang disisipkan pada source code HTML.
Dimanakah kita bisa menuliskan kode javascript?
  • Kita bisa menuliskan kode javascript dengan Teks Editor seperti Notepad. Kode javascript ditulis diantara tag <script> dan </script>, yang bisa kita sisipkan di antara kode-kode HTML.
Apakah kita membutuhkan Compiler untuk menjalankan javascript?
  • Tidak perlu, Anda cukup menjalankan Javascript menggunakan browser. Semua browser mempunyai engine yang menginterpretasikan kode javascript.

Memulai Javascript

Kita belajar menulis kode javascript bisa dengan menggunakan Notepad sebagai Teks Editor. 

Integrasi Javascript, CSS dan HTML

Sebuah website (blog) hakikatnya merupakan perpaduan elemen Javascript, CSS dan HTML.  Integrasi ketiga elemen tersebut dapat diilustrasikan seperti arsiran Diagram Venn di bawah ini :

integrasi css html javascript dalam website

Berikut ini contoh utuh integrasi antara elemen Javascript, CSS dan unsur HTML untuk latihan identifikasi ketiga elemen tersebut.
 
integrasi script Javascript CSS dan HTML

Pada source kode, deskripsi snippet (potongan kode) bisa ditulis seperti ini /* Contoh deskripsi satu */ atau seperti ini <!--Contoh deskripsi dua--> Kata-kata diantara tag pembuka <!— dan tag penutupnya ini tidak akan dibaca sebagai bagian dari source code. Kedua cara ini  – di dunia coding biasanya disebut sebagai comment out  –  saya gunakan bersama-sama pada source code dibawah ini.

Contoh 1 : Identifikasi Javascript satu

Identifikasi elemen javascript satu
 
Contoh 2 : Identifikasi CSS
Identifikasi elemen CSS

Contoh 3 :  Identifikasi Javascript kedua
Identifikasi elemen javascript dua
Contoh 4 : Identifikasi elemen HTML
Identifikasi elemen HTML
</!doctype> 

Untuk sementara cukup Anda kenali saja perbedaan cara penulisan kode Javascript, CSS dan HTML.


Tag Technorati: {grup-tag}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Free Java Runtime Environment (JRE) for computer



JAVA - Nama yang tidak asing bagi web developer, web designer, blogger dan webmaster, mereka familiar menggunakan fitur Java saat berimprovisasi di website. Misalnya, membuat atau memodifikasi file javascript di halaman HTML Editor. Java Runtime Environment ada dimana saja – Mobile Phone, desktop computer, Blue Rays, camera atau perangkat digital. Aplikasi lintas platform juga membutuhkan Java untuk beroperasi dengan baik, contoh sederhana adalah jika Anda ingin upload foto ke Facebook, komputer anda harus terinstall Java Runtime Environment .

Java Runtime Environment kompatibel dengan hampir semua hardware dan software. Java adalah salah satu bahasa pemrograman terpopuler. Saat ini Java digunakan lebih 800 juta desktop, 2 milyar perangkat mobile, dan 6 juta developer.

Java Runtime Environment adalah teknologi yang dibuat dan dikembangkan oleh Oracle. Dengan Java Runtime Environment, anda dimungkinkan untuk menjalankan aplikasi yang disebut “applet” yang ditulis dalam bahasa pemograman berbasis Java. Applet ini memudahkan siapa saja memperoleh pengalaman berinternet yang lebih kaya dibanding hanya melalui halaman HTML yang statis dan biasa.

Java Runtime Environment menyediakan library, Java Virtual Machine, dan komponen lain untuk mengoperasikan applet dan aplikasi dalam bahasa pemrograman Java. Sebagai tambahan, ada 2 teknologi pemrograman kunci yang merupakan bagian dari JRE. Pertama adalah Java Plug-In

untuk membuat applet beroperasi melalui browser-browser popular. Java Plug-in technology yang menghubungkan antar browser dengan platform berbasis Java.  Kedua adalah Java Web Start yang menggunakan aplikasi terpisah dari jaringan.

Yang terbaru dari versi JRE adalah memuat data time zone Olson versi 2010i.  Untuk men-support aktivitas Anda, silahkan Download Java Runtime Environment | Download Free-Gratis  ukuran file 11 MB.

To Continue Your Journey, Please Click Me  or  this image  java RE di blog website design
(you will be directed to the original source website – The official website of JAVA).
Download  file SETUP Java (889,8 KB), silahkan klik image dibawah ini :
download software Java RE
Kemudian lakukan install. Congrats! JAVA Updates nantinya secara otomatis didownload setiap ada versi terbaru, untuk melengkapi milik Anda dengan feature terbaru dan peningkatan security. Untuk melihat semua perubahan ini, kunjungi http://java.com

Atau dapatkan versi terbaru JRE di situs publishernya Sun Microsystems.
Hi Guys!  Danke für besuch - Thank you for visits - Thank you for visiting us at Website Design. Should you feel this website is beneficial for you, would you like to bookmark us. We'll be very happy, and others will be happy too. We hope that your visit to our website bring many benefits to you, as well as the other visitors.

Java Runtime Environment 1.7.0.0 (32-bit)

Oracle - 19.26MB (Freeware)
Untuk download gratis klik gambar saja ini : Download jre 32-bit
  • Java software allows you to run applications called "applets" that are written in the Java programming language. These applets allow you to have a much richer experience online than simply interacting with static HTML pages.
Java Plug-in technology, included as part of the Java 2 Runtime Environment, Standard Edition (JRE), establishes a connection between popular browsers and the Java platform. Java allows applications to be downloaded over a network and run within a guarded sandbox. Security restrictions are easily imposed on the sandbox.

Ada begitu banyak platform aplikasi yang benar-benar membutuhkan fungsi Java untuk dijalankan dengan tepat dan benar.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Struktur Dasar Prestashop dan Konfigurasi Bagian 1


Sebagai Administrator toko online kita tahu prestashop punya banyak sekali fitur untuk dioptimalkan pemakaiannya. Sebagai web designer kita bingung ada begitu banyak module yang ditawarkan. Kali ini kita bicara sebagai web designer.
Prestashop seperti juga pada semua script PHP akan memuat  website dengan menggunakan sebuah index.php. Misalnya, toko online client  saya www.bajuditoko.com  atau www.lovingprize.com menggunakan theme Prestashop. Artinya semua file  .php, .tpl, .css dan semua folder dalam CMS Prestashop akan ditempatkan pada lovingprize.com.
Maka ketika pengunjung memasukkan URL http://www.lovingprize.com pada address bar, web server pun akan memuat halaman indeks tersebut. halaman indeks ini merupakan informasi yang menentukan apa yang terjadi. Untuk memahami apa yang terjadi ketika Anda memuat toko prestashop Anda, kita perlu memahami apa itu file indeks.
INDEX.PHP
Halaman file index,php (v1.1.0.5) pada Prestashop secara garis besar meliputi kode berikut ini:


<?php
include(dirname(__FILE__).'/config/config.inc.php');
include(dirname(__FILE__).'/header.php');
$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');
include(dirname(__FILE__).'/footer.php');
?>

Penjelasannya:
Pertama, index.php termasuk di dalamnya file config.inc.php yang terletak di direktori config.
File config.inc.php ini melakukan konfigurasi dan pengaturan setting lainnya.
File config.inc.php akan memeriksa apakah semuanya sudah terpasang (ter-install) dan mendefinisikan template dasar (base theme), default direktori dan alurnya (paths), status order dan pengaturan lainnya.
Saya tidak akan menyibukkan diri dengan penjelasan rinci. Sebagai Web Desainer, kita perlu melacak jejak error dari waktu ke waktu sehingga ada satu hal yang saya ingin membuat kita sadari bersama.
Jika Anda membuka /config /config.inc.php pada baris paling atas file Anda akan melihat ini
@ini_set('display_errors', 'off');
Jika Anda ubah menjadi :
@ini_set('display_errors', 'on');
Berarti telah mengaktifkan “Error Reporting” – tetapi harus diingat, Anda segera mengembalikannya ke status off setelah dengan itu Anda berhasil melacak error yang terjadi.  Saya tegaskan, kembalikan ke status default “off” ketika live installation. Karena kalau Anda lupa akan muncul pesan ini:
image
Kedua, config ini dimuat (loaded), maka file index.php diperintahkan untuk menyertakan file header.php dari instalasi root (root install). Yang dimaksud dengan root install berarti langsung dari situs Prestashop kita, bukan dari sesuatu yang terdapat dalam setiap sub-direktori.
File header.php secara garis besar meliputi kode-kode berikut ini:


<?php
// P3P Policies (http://www.w3.org/TR/2002/REC-P3P-20020416/#compact_policies)
header('P3P: CP="IDC DSP COR CURa ADMa OUR IND PHY ONL COM STA"');
require_once(dirname(__FILE__).'/init.php');
/* CSS */
$css_files[_THEME_CSS_DIR_.'global.css'] = 'all';
/* Hooks are voluntary out the initialize array (need those variables already assigned) */
$smarty->assign(array(
    'HOOK_HEADER' => Module::hookExec('header'),
    'HOOK_LEFT_COLUMN' => Module::hookExec('leftColumn'),
    'HOOK_TOP' => Module::hookExec('top'),
    'static_token' => Tools::getToken(false),
    'token' => Tools::getToken(),
    'priceDisplayPrecision' => _PS_PRICE_DISPLAY_PRECISION_,
    'content_only' => intval(Tools::getValue('content_only'))
));
if(isset($css_files) AND !empty($css_files)) $smarty->assign('css_files', $css_files);
if(isset($js_files) AND !empty($js_files)) $smarty->assign('js_files', $js_files);
/* Display a maintenance page if shop is closed */
if (isset($maintenance) AND (!isset($_SERVER['REMOTE_ADDR']) OR $_SERVER['REMOTE_ADDR'] != Configuration::get('PS_MAINTENANCE_IP')))
{
    header('HTTP/1.1 503 temporarily overloaded');
    $smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');
    exit;
}
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'header.tpl');
?>


Disini saya juga tidak akan terlalu jauh membicarakan kode-kode pada file header.php diatas.
Ketiga, kita temukan ini :
$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));
Dengan baris kode ini untuk menentukan Hook (pada dasarnya Hook memungkinkan administrator situs untuk menentukan di mana mereka ingin modul tertentu ditampilkan pada toko PrestaShop).
Keempat, selanjutnya kita temukan ini:
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');
Baris kode ini mengatakan tentang display file index.tpl dalam posisi ini dari direktori default theme Anda. (Anda menentukan theme tersebut untuk digunakan di Back Office >>Preferances >> appearance).
Kelima, kita temukan footer.php
include(dirname(__FILE__).'/footer.php');
Baris kode ini mengatakan php ini mencakupi file footer.php dari direktori kita (dirname).
File footer.php secara garis besar memiliki kode-kode berikut ini:


<?php
if (isset($smarty))
{
    $smarty->assign(array(
        'HOOK_RIGHT_COLUMN' => Module::hookExec('rightColumn'),
        'HOOK_FOOTER' => Module::hookExec('footer'),
        'content_only' => intval(Tools::getValue('content_only'))));
    $smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'footer.tpl');
}
?>


Setiap file-nya  mengandung permintaan PHP untuk memasukkan file lain. Tapi kita hanya peduli dengan prinsip apa yang sedang terjadi untuk memberi pemahaman bagaimana PrestaShop bekerja.
Meskipun kita punya pengaturan konfigurasi Prestashop, namun Hooks dan berbagai file php  belum memiliki HTML apapun. Di sinilah template kita (tpl) masuk.  File tpl adalah file template yang mencakup HTML dan kode Smarty. File-file tpl sebagian besar berada di direktori theme, tetapi juga ada di modul karena setiap seseorang menulis modul perlu file template sendiri (tpl) juga.

$css_files[_THEME_CSS_DIR_.'global.css'] = 'all';
if(isset($css_files) AND !empty($css_files)) $smarty->assign('css_files', $css_files);
if(isset($js_files) AND !empty($js_files)) $smarty->assign('js_files', $js_files);
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');  -  Will display a maintenance page called maintenance.tpl if your shop is closed */
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'header.tpl');
Jadi file global.css kita sedang dipanggil dari direktori theme Prestashop untuk ini diperlukan file CSS lain dan juga file JavaScript yang sudah terkandung didalamnya. Tampilan HTML sebenarnya (yang merupakan bagian dari tata letak halaman web) berasal dari file header.tpl
Index.php memanggil index.tpl dan file footer.php dan juga memanggil (atau meminta) footer.tpl. Sekali lagi file-file tpl menentukan layout situs html kita dan ada dalam folder theme.
Bersambung ke >>>>    BAGIAN 2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Prestashop : Struktur Dasar dan Konfigurasi - Bag.2


Sama seperti pada semua script PHP, Prestashop loading website menggunakan SATU file index.php. Misalnya  toko online  pakai theme Prestashop. Artinya semua file .php, .tpl, .html dan file lainnya beserta semua folder dalam CMS Prestashop ditempatkan di toko tersebut. Kita tidak membicarakan file Index.php, file .html atau .tpl secara detail. Kita hanya peduli dengan pemahaman bagaimana PrestaShop bekerja. Untuk menguatkan pemahaman saya ulang lagi esensi Bagian SATU.

CARA KERJA

Saat  Anda masukkan URL www.bajuditoko.com atau www.lovingprize.com di address bar, webserver akan loading halaman index (index.php) dan mengubahnya  menjadi informasi yang menentukan isi webpage. File index.php ini termasuk di dalamnya file config.inc.php yang ada di direktori config.
Pengaturan konfigurasi Prestashop diperankan oleh  config.inc.php untuk seluruh konfigurasi dan setting. File config.inc.php memeriksa apakah semuanya sudah ter-install dan mendefinisikan template dasar (base theme), default direktori beserta alurnya (paths), status order dan lainnya.
Misalnya, kita akan sering mengubah kode pada baris 29 isi file config.inc.php : 
@ini_set('display_errors', 'off'); menjadi @ini_set('display_errors', 'on');
untuk mengaktifkan “Error Reporting” - saat menginginkan pesan error ditampilkan di webpage untuk mengetahui diagnosa error. (setelah diagnosa didokumentasikan, segera kembalikan lagi status off).
Ketika file config (di folder config) dimuat (loaded), maka file index.php diperintahkan untuk menyertakan file header.php yang diambil langsung dari root install. Yang dimaksud dengan root install berarti langsung diambil dari Prestashop, bukan dari dalam subdirektori yang ada.
INDEX.PHP
Isi file index,php (v1.1.0.5) pada Prestashop secara garis besar meliputi kode berikut:

<?php
include(dirname(__FILE__).'/config/config.inc.php');
include(dirname(__FILE__).'/header.php');
$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');
include(dirname(__FILE__).'/footer.php');
?>

HEADER.PHP
Isi file header.php  secara garis besar meliputi kode berikut:

<?php
// P3P Policies (http://www.w3.org/TR/2002/REC-P3P-20020416/#compact_policies)
header('P3P: CP="IDC DSP COR CURa ADMa OUR IND PHY ONL COM STA"');
require_once(dirname(__FILE__).'/init.php');
/* CSS */
$css_files[_THEME_CSS_DIR_.'global.css'] = 'all';
/* Hooks are voluntary out the initialize array (need those variables already assigned) */
$smarty->assign(array(
    'HOOK_HEADER' => Module::hookExec('header'),
    'HOOK_LEFT_COLUMN' => Module::hookExec('leftColumn'),
    'HOOK_TOP' => Module::hookExec('top'),
    'static_token' => Tools::getToken(false),
    'token' => Tools::getToken(),
    'priceDisplayPrecision' => _PS_PRICE_DISPLAY_PRECISION_,
    'content_only' => intval(Tools::getValue('content_only'))
));
if(isset($css_files) AND !empty($css_files)) $smarty->assign('css_files', $css_files);
if(isset($js_files) AND !empty($js_files)) $smarty->assign('js_files', $js_files);
/* Display a maintenance page if shop is closed */
if (isset($maintenance) AND (!isset($_SERVER['REMOTE_ADDR']) OR $_SERVER['REMOTE_ADDR'] != Configuration::get('PS_MAINTENANCE_IP')))
{
    header('HTTP/1.1 503 temporarily overloaded');
    $smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');
    exit;
}
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'header.tpl');
?>

HOOK
Baris kode ini:
$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));
akan menentukan Hook (Hook memungkinkan administrator situs untuk menentukan di lokasi mana mereka ingin modul tertentu ditampilkan di webpage).
DISPLAY
Baris kode ini:
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');
mengatakan tentang tampilan  index.tpl dari direktori default theme. Prestashop (Anda menentukan theme untuk digunakan dengan pergi ke Back Office >>Preferances >> appearance).
FOOTER.PHP
Baris kode ini:
include(dirname(__FILE__).'/footer.php');
mengatakan tentang php yang mencakupi file footer.php dari direktori kita (dirname).
File footer.php secara garis besar mencakup kode berikut:

<?php
if (isset($smarty))
{
    $smarty->assign(array(
        'HOOK_RIGHT_COLUMN' => Module::hookExec('rightColumn'),
        'HOOK_FOOTER' => Module::hookExec('footer'),
        'content_only' => intval(Tools::getValue('content_only'))));
    $smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'footer.tpl');
}
?>

FILE TPL
Setiap file diatas  terkandung request PHP untuk memasukkan file lain.  Meski ada pengaturan konfigurasi Prestashop, tapi Hooks dan file-file php  belum punya HTML. Di sinilah diperlukan peranan file tpl. 
File tpl adalah file template yang mencakup HTML dan kode Smarty.
File tpl sebagian besar ada di direktori theme, namun ada juga di modul karena setiap penulisan modul diperlukan file template (tpl) tersendiri.
Jika melihat header.php, Anda temukan bahwa file tersebut meliputi kode berikut:

$css_files[_THEME_CSS_DIR_.'global.css'] = 'all';
if(isset($css_files) AND !empty($css_files)) $smarty->assign('css_files', $css_files);
if(isset($js_files) AND !empty($js_files)) $smarty->assign('js_files', $js_files);
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');  -  Will display a maintenance page called maintenance.tpl if your shop is closed */
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'header.tpl');


Isi kode diatas bisa dijelaskan sebagai berikut:
File global.css  sedang dipanggil dari direktori theme Prestashop untuk itu diperlukan file-file CSS lain dan JavaScript yang sudah terkandung di dalamnya.
$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');  -  Akan menampilkan halaman pemeliharaan yang disebut maintenance.tpl jika toko online ditutup */
Tampilan HTML (yaitu bagian layout halaman web) berasal dari file header.tpl.

Kesimpulan Singkat


  • Index.php memanggil index.tpl dan file footer.php dan juga memanggil (atau meminta) footer.tpl.
  • Perlu diketahui bahwa file-file tpl menentukan layout situs html kita dan ada dalam folder theme.
  • File index.php meliputi header.php, index.tpl dan footer.tpl dari direktori theme.
  • Kemudian header.php memanggil header.tpl dan footer.php juga memanggil footer.tpl.
  • Kesimpulan akhir : HTML utama berasal dari ke-3 file template: index.tpl, header.tpl dan footer.tpl
Agar semuanya masuk akal mari kita buka header.tpl, index.tpl dan footer.tpl secara bersamaan.

Header.tpl
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.1//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml11/DTD/xhtml11.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="{$lang_iso}">
    <head>
        <base href="{$protocol}{$smarty.server.HTTP_HOST|escape:'htmlall':'UTF-8'}{$base_dir}" />
        <title>{$meta_title|escape:'htmlall':'UTF-8'}</title>
{if isset($meta_description) AND $meta_description}
        <meta name="description" content="{$meta_description|escape:htmlall:'UTF-8'}" />
{/if}
{if isset($meta_keywords) AND $meta_keywords}
        <meta name="keywords" content="{$meta_keywords|escape:htmlall:'UTF-8'}" />
{/if}
        <meta http-equiv="Content-Type" content="application/xhtml+xml; charset=utf-8" />
        <meta name="generator" content="PrestaShop" />
        <meta name="robots" content="{if isset($nobots)}no{/if}index,follow" />
        <link rel="icon" type="image/vnd.microsoft.icon" href="{$img_ps_dir}favicon.ico" />
        <link rel="shortcut icon" type="image/x-icon" href="{$img_ps_dir}favicon.ico" />
{if isset($css_files)}
    {foreach from=$css_files key=css_uri item=media}
    <link href="{$css_uri}" rel="stylesheet" type="text/css" media="{$media}" />
    {/foreach}
{/if}
        <script type="text/javascript" src="{$base_dir}js/tools.js"></script>
        <script type="text/javascript">
            var baseDir = '{$base_dir}';
            var static_token = '{$static_token}';
            var token = '{$token}';
            var priceDisplayPrecision = {$priceDisplayPrecision*$currency->decimals};
        </script>
        <script type="text/javascript" src="{$base_dir}js/jquery/jquery-1.2.6.pack.js"></script>
        <script type="text/javascript" src="{$base_dir}js/jquery/jquery.easing.1.3.js"></script>
{if isset($js_files)}
    {foreach from=$js_files item=js_uri}
    <script type="text/javascript" src="{$js_uri}"></script>
    {/foreach}
{/if}
        {$HOOK_HEADER}
    </head>
    <body {if $page_name}id="{$page_name|escape:'htmlall':'UTF-8'}"{/if}>
    {if !$content_only}
        <div id="page">
            <!-- Header -->
            <div>
                <h1 id="logo"><a href="{$base_dir}" title="{$shop_name|escape:'htmlall':'UTF-8'}"><img src="{$img_ps_dir}logo.jpg" alt="{$shop_name|escape:'htmlall':'UTF-8'}" /></a></h1>
                <div id="header">
                    {$HOOK_TOP}
                </div>
            </div>
            <!-- Left -->
            <div id="left_column" class="column">
                {$HOOK_LEFT_COLUMN}
            </div>
            <!-- Center -->
            <div id="center_column">
    {/if}

Index.tpl

{$HOOK_HOME}

Footer.tpl

{if !$content_only}
            </div>
<!-- Right -->
            <div id="right_column" class="column">
                {$HOOK_RIGHT_COLUMN}
            </div>
<!-- Footer -->
            <div id="footer">{$HOOK_FOOTER}</div>
        </div>
    {/if}
    </body>
</html>



Kesimpulannya :

Kita bisa melihat SUMBER DARI HOMEPAGE (semua modulnya dalam kondisi un-instal dan ada sedikit JavaScript yang dihapus dari footer sehingga kita bisa fokus pada HTML-nya saja)  BERASAL DARI FILE TPL UTAMA.

!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.1//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml11/DTD/xhtml11.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en">
  <head>
    <base href="http://127.0.0.1/prestashop/" />
    <title>Prestashop demo</title>
    <meta name="description" content="Shop powered by PrestaShop" />
    <meta name="keywords" content="shop, prestashop" />
    <meta http-equiv="Content-Type" content="application/xhtml+xml; charset=utf-8" />
    <meta name="generator" content="PrestaShop" />
    <meta name="robots" content="index,follow" />
    <link rel="icon" type="image/vnd.microsoft.icon" href="/prestashop/img/favicon.ico" />
    <link rel="shortcut icon" type="image/x-icon" href="/prestashop/img/favicon.ico" />
    <link href="/prestashop/themes/commotion/css/global.css" rel="stylesheet" type="text/css" media="all" />
        <script type="text/javascript" src="/prestashop/js/tools.js"></script>
        <script type="text/javascript">
            var baseDir = '/prestashop/';
            var static_token = '8d6a4d79d983512d770333775a7d8d24';
            var token = '521aacf70fb52a35b4f94e01366c4c64';
            var priceDisplayPrecision = 2;
        </script>
        <script type="text/javascript" src="/prestashop/js/jquery/jquery-1.2.6.pack.js"></script>
        <script type="text/javascript" src="/prestashop/js/jquery/jquery.easing.1.3.js"></script>
  </head>
    <body id="index">
            <div id="page">
            <!-- Header -->
            <div>
                <h1 id="logo"><a href="/prestashop/" title="Prestashop demo"><img src="/prestashop/img/logo.jpg" alt="Prestashop demo" /></a></h1>
                <div id="header">
                </div>
            </div>
            <!-- Left -->
            <div id="left_column" class="column">
            </div>
            <!-- Center -->
            <div id="center_column">
                     </div>
<!-- Right -->
            <div id="right_column" class="column">
            </div>
<!-- Footer -->
            <div id="footer">
        </div>
        </div>
        </body>
</html>

REKAPITULASI
Pertama,  index.php loading request halaman php lain yang didefinisikan dalam file php. Selanjutnya halaman php ini memanggil file-fle tpl dan bersama-sama mengubahnya menjadi webpage. 
Kedua, index.tpl hanya berisi satu baris:
{$ HOOK_HOME}.
Hal ini disebabkan file index hanya akan menampilkan modul-modul yang ditugaskan untuk homepage. Kategori dan halaman produk akan ditampilkan dengan bantuan modul lain.
Ketiga, kita menemukan body ID yang berbeda-beda pada masing-masing halaman, index.tpl, category.tpl, product.tpl misalnya.
Sehingga kita memiliki fleksibilitas untuk style halaman berbeda-beda dengan hanya menggunakan aturan pada global.css untuk menargetkan body ID. Darimana hal ini berasal? Jika melihat header.tpl Anda akan melihat satu baris ini:
<body {if $page_name}id="{$page_name|escape:'htmlall':'UTF-8'}"{/if}>
dan kode ini yang menjadikan nama halaman. Sehingga category.tpl akan memiliki <body id="category">
SEMOGA BERMANFAAT                  KEMBALI KE  >>>>>  BAGIAN 1

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS