Powered by Blogger.
RSS

Diary Blogger : Fakta dan Mitos dalam Bisnis Online



Saya sama seperti kebanyakan blogger atau webmaster si pemilik website saat memutuskan terjun ke dunia internet. Saat pertama kali mengakses internet bulan April 2010,  saya cenderung hanya  untuk kesenangan saja - surfing dan download apa saja dalam 6 bulan pertama. Lalu untuk pertamakalinya bikin blog 2 Oktober 2010 karena saya mulai memiliki anggapan blog atau website bisa dijadikan sebagai tambang uang (passive-income). Tetapi memulai darimana saya benar-benar tidak tahu.
 
OK yang penting saya harus menulis dan terus menerus menulis artikel posting untuk blog-blog gratisan (blogspot) milik saya, melakukan sharing dan belajar otodidak (sumber informasi ilmu dari Google atau forum-forum Dalam Negeri dan Luar Negeri di internet) sembari saya mencari jalan – Insya Allah peluang menghasilkan uang kelak ada. Saya sempat menjamah Google Adsense bulan Mei 2011, tapi hasilnya belum optimal. Hingga akhirnya saat ini saya mengelola toko online sendiri dan juga menjual jasa web design atau jasa pembuatan toko online spesialist Prestashop sejak Pebruari 2012.

Saya mendapati postingan yang mengingatkan perjalanan saya diatas. Saya pikir posting tersebut, yang saya dapat dari www.diptara.com seperti yang saya kutip di bawah ini bisa memberi inspirasi kita - orang seperti saya - untuk maju terus dan terus untuk tidak menyerah.
 
Berikut ini kutipan tulisan Joko Sutarto :
Awal dulu saya nge-blog awal tahun 2008 dan belajar apa itu internet marketing. Saat itu doktrin yang saya terima adalah bisnis online memiliki potensi penghasilan luar biasa. Hanya diperlukan modal minim, tidak perlu kerja keras, hanya perlu bekerja beberapa jam sehari dan bisa dilakukan darimana saja kapan saja. Tapi hasil melimpah sebab uang bisa didapat dengan mudah bak air mengalir deras dari internet.

Kini, setelah 4 tahun, muncul pertanyaan, benarkah?
 
Jawab saya benar meskipun tidak seluruhnya benar. Potensi internet memang luarbiasa besar dalam memberi penghasilan. Lewat blog jelek ini (diptara.com) saya tidak menampik sudah lumayan besar, untuk ukuran saya, penghasilan yang saya dapatkan.  Maaf, saya tak bisa sebutkan berapa nominal penghasilan saya sebulan. Tapi yang jelas, Alhamdulillah sudah bisa untuk menopang penghasilan utama saya di pekerjaan offline. Sudah lebih dari cukup buat bayar tagihan internet flash Telkomsel paket Advance, paket internet saya, dan buat beli susu anak saya selama sebulan. Dan juga buat nyicil angsuran bulanan KPR rumah tipe 45, rumah saya saat ini, di Jogyakarta.

Lalu doktrin apa yang tidak benar?

Pertama adalah jika dikatakan kerja online hanya membutuhkan modal sedikit, tidak perlu kerja keras dan bisa santai - hanya bekerja beberapa jam sehari tapi hasilnya uang melimpah. Dengan kata lain, bekerja gudengan input kecil / rendah tetapi impact atau outputnya besar.

Hem ..!, Jawab saya “No, non-sense – omong kosong. Bisnis tetap bisnis. Prinsip bisnis ini tetap berlaku. Butuh kerja keras. Kalau Anda ingin mancing ikan besar di lautan lepas tentu tetap dibutuhkan sampan, kail bagus dan umpan besar. Kecuali kalau hanya ingin mengais uang receh di internet memang tidak membutuhkan modal samasekali selain hanya membutuhkan computer dan akses internet saja.

Kedua, siapa bilang kerja online tanpa bekerja keras (santai) tetapi uang akan mengalir sendiri? Memang, dalam kerja online (di internet), Anda tidak dituntut bekerja seperti di kantor 8 jam sehari 40 jam seminggu. Tetapi justru karena fleksibilitas kerja online yang tidak berbatas waktu dan tempat – asal ada akses internet bisa kerja – justru membuat hidupku tidak bisa jauh dari yang namanya internet. Kemana pun saya pergi. – Saya ulang kemana pun saya pergi – faktanya saya seperti dibelenggu oleh bisnis online.

Saya menjalani kerja online yang sangat menyita waktu, sepanjang hari selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Karena selalu saja ada interupsi sewaktu-waktu dari klien yang mau beli barang jualan saya maupun minta bantuan  Jasa Online. Dan satu lagi, email yang butuh saya jawab atau follow up dikirim dari mitra kerja dari Amerika yang seringnya masuk justru saat tengah malam dan dini hari.

Perbedaan waktu di Indonesia dan USA yang selisih 12 jam membuat tengah malam saatnya terlelap tidur sering di-interupsi panggilan kerja untuk saya eksekusi. Jadi, kerja di internet tidak mengenal waktu dan geografis. Tidak juga ada istilah cuti sebagaimana kerja offline. Tidak ada nuansa saat pulang kantor dan hari libur bisa bersantai di rumah tidak memikirkan beban pekerjaan.

Apakah semua bisnis online itu kondisinya sama seperti yang saya alami? Saya kurang tahu persis. Tapi setidaknya pengalaman ini sebagai bukti bahwa yang namanya bisnis, apapun itu metode bisnisnya, baik jualan barang dan jasa, mau offline maupun online saya rasa prinsipnya tetap sama. Tetap membutuhkan kerja keras dan modal. Betul?

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda terjun dalam bisnis online? Jika sudah apakah benar kerja online Anda bisa benar-benar bisa seperti yang diiklankan dalam kampanye internet marketing tersebut? Kerja hanya ongkang-ongkang kaki tanpa modal, tanpa kerja keras namun bisa mendapatkan penghasilan melimpah. Silahkan Anda boleh berbagi pengalaman Anda dengan saya, terima kasih.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment